Alone

I wanna say Merry Christmas for all of you, beloved readers, everywhere you are!

20161225_115804-n

Aku mau sharing sedikit kisah natalku di tahun ini yang sangat berkesan, out of the blue!

Firstly, aku bersyukur Tuhan kasih lagi kesempatan yang luar biasa untuk melayani Dia di perayaan natal Gereja lokalku, GMS Bandung. Kalau tahun lalu Tuhan acc aku untuk mempersembahkan worship dance, tahun ini Tuhan taruh aku di tim choir bersama teman-teman dari training vokal (yang isinya bukan hanya tim praise and worship tapi juga ada pendoa dan usher). Memang di Gereja aku seorang singer. Namun bergabung dalam tim choir adalah hal yang baru buatku (begitu juga worship dance sebelumnya, di Bandung aku bukan dancer!). Aku percaya kesempatan ini Tuhan berikan buatku supaya aku bisa mengembangkan talenta untuk menyembah Dia lebih lagi. Aku sangat bahagia. Ditambah aku bisa bertemu orang-orang luar biasa yang punya passion besar dalam melayani Tuhan. Mereka orang yang humble, melayani bukan karena ingin di-notice tapi sungguh hanya ingin meninggikan Tuhan! πŸ™‚

Sooooooo panjang hahaha.

Tapi aku belum masuk ke tema title postingan ini #ups.

Jadi, hari ini adalah pertama kalinya aku merayakan natal seorang diri. Huwaa 😦 hahaha. Aku tidak bisa pulang ke Lombok karena durasi libur yang pendek + aku akan menghadapi sidang skripsi awal Januari 2017. Keadaan memaksa aku, kakak, dan papaku merayakan ibadah natal di Gereja lokal kami masing-masing :’).

Actually, these days…. I feel so lonely because almost all of my friends went back to their hometown included my best friend, boarding house mate, Yolanda. So, it’s hard for me to find someone to talk to, laugh to, and just to see them. Aku seringkali berpikir betapa menyenangkannya mereka yang bisa merayakan natal bersama keluarganya. Meskipun jika aku pulang ke Lombok aku juga hanya merayakan natal bersama papa, at least I have a family member. Aku tidak yakin apa yang akan aku rasakan di hari natal.

Kemudian, aku dapat pelayanan singer di ibadah natal hari ini. Aku menggantikan singer lain yang berhalangan melayani karena pergi ke luar kota. Ini pertama kalinya aku melayani di ibadah gabungan (dan pastinya kali ini lebih banyak jemaat dari ibadah umum karena anak-anak AOG banyak yang pulang kampung). I was sooooooooo afraid at first and didn’t know what to do.Β Ada banyak alasan: aku tidak kenal worship leadernya, tidak terlalu kenal juga dengan singer lainnya, ada pemain musik yang aku tidak tahu, gaya praise and worship yang pastinya berbeda dari ibadah AOG, dresscode yang lebih formal dan dewasaaaa (banget, bisa dilihat di foto di atas πŸ™‚ ). Ada beban yang kurasakan. Aku takut melakukan kesalahan, dsb tapi aku ingin memberikan yang terbaik. Jadi beberapa hari sebelum pelayanan aku hanya menaruh mindset ini dalam pikiranku: jangan grogi, jadilah dirimu sendiri, dan berikan yang terbaik.

Pelayanan yang aku berikan tadi berjalan baik! Praise and worship yang ada memberkati terlebih bagi diriku sendiri jadi aku percaya jemaat yang ada pun terberkati. Sepanjang pujian aku hanya bisa berpikir it’s all about You, Jesus. Today is all about You, Jesus. Tema yang diangkat oleh Worship Leader juga tentang meninggikan Tuhan. Aku bisa merasakan ada hadirat yang luaaaaarrr biasaaaa dan aku percaya Tuhan sungguh telah ditinggikan. Firman Tuhan yang disampaikan tentang makna natal yang sesungguhnya. Sebenarnya tema ini seringkali diangkat ketika natal namun kali ini saat aku benar-benar sendiri di ibadah, tema ini menjadi sangat mengena. I stand by myself. Tidak ada keluarga, kerabat, bahkan keluarga 1 connect groupku pun tidak ada.

Natal bukan tentang perayaan, dekorasi, tukar kado, christmas dinner, bahkan berkumpul bersama keluarga.Β 

Natal adalah merayakan Yesus yang telah lahir untuk memberikan kita hidup yang kekal dan bagaimana kita mampu untuk merasakan Yesus itu sendiri.

Aku sangat terberkati. Justru di saat aku sendiri ini lah aku benar-benar bisa memaknai Yesus yang berharga itu dalam hidupku. Bagaimana aku melupakan hal yang biasanya paling kunanti yaitu ‘suasana natal di rumah’ dan mengalihkan fokusku hanya kepada Yesus. Sudahkah Yesus menjadi pribadi yang paling kunanti saat natal? Sudahkah aku menghargai kelahirannya yang berharga untuk menebusku? Sudahkah aku memberikan yang terbaik untuk menghargaiNya? Masih banyak hal yang harus kulakukan untuk menjadi yang terbaik bagi Tuhan.

Hari ini, tanggal 25 Desember 2016, aku merasakan damai natal yang luar biasa ketika Yesus lahir di hatiku. Dia menjadi satu-satunya alasan sukacitaku hari ini yang membuatku lebih bersukacita lagi ketika bertemu orang-orang yang kukasihi. Aku tidak takut merayakan natal sendirian. Natal itu tentang Yesus!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s