Which’s More Precious?

Sering kali aku merenungkan apa yang lebih berharga di dunia ini di antara waktu dan uang. Aku pun beberapa kali menanyakannya kepada orang-orang yang ada di sekitarku dan jawaban yang aku temui rata-rata sama. Jawaban mereka sesuai dengan jawaban hasil perenunganku: waktu.
Bagiku waktu lebih berharga karena waktu tidak dapat diulang sementara uang masih dapat dicari kembali.

Dengan pikiran seperti ini ternyata aku masih tidak sadar kesalahan yang sudah aku perbuat.
Aku sangat menghargai waktuku pribadi dengan mentoleransi keterlambatan yang aku buat meski memang ada toleransi keterlambatan 15 menit dan jika lebih dari itu ada denda (uang) yang harus aku bayarkan (ini pengalamanku di organisasi kampus).

Namun, kesalahan yang tidak kusadari bahwa aku tidak menghargai waktu orang lain dengan berbuat demikian. Padahal orang lain yang dengannya aku berjanji mungkin sudah mempersiapkan diri lebih awal dan meluangkan waktunya lebih bagiku. Waktu yang bisa saja ia gunakan untuk mengerjakan hal lain yang lebih bermanfaat baginya.

Hal baru yang kupelajari hari ini adalah waktu itu tetap lebih berharga dari uang (dengan alasan tadi) namun bukan berarti kita boleh tidak menghargai uang. Uang yang biasanya aku bayarkan untuk denda keterlambatan bisa aku pakai untuk keperluan yang lebih bermanfaat misalnya membeli makan atau membayar uang kas. Kita bisa mengusahakan untuk menghargai dua-duanya jika kita bijaksana dalam mengatur waktu dan uang kita :).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s