Growing Older

Memang usia kita masih muda, tapi jangan biarkan seorang pun memperlakukan kita seolah-olah kita tidak penting dan tidak tahu apa-apa. Malah jadilah contoh bagi orang-orang lain, tunjukkan bagaimana seharusnya mereka hidup lewat cara bicara kita, gaya hidup, kasih dan iman kita, serta dengan hidup yang murni. (Ref : VMD)

Saya tiba-tiba teringat fakta bahwa saat ini saya telah berada di ujung masa kejayaan saya sebagai seorang teenager. Menjadi seorang teenager sangat menyenangkan. Saya bebas berekspresi, orang-orang mulai memberikan kepercayaan lebih kepada saya, dan saya bisa menemukan ‘citra diri’ seperti apa yang saya inginkan. Namun, beban yang saya tanggung belum terlalu besar karena orang juga masih menganggap saya seorang ‘teenager’ yang butuh bimbingan, belum bisa berpikir luas, dan mungkin masih belum tahu apa-apa.

Saya seringkali merasa kecewa jika orang menganggap saya anak kecil dan belum bisa mengambil keputusan yang benar. Dalam hati saya sering berkata, “Saya sudah besar, sudah 18 tahun” atau “Saya sudah besar, sekarang sudah 19 tahun”. Saya yakin orang sudah tahu usia saya namun apa alasannya saya masih dianggap anak kecil?

Kemarin malam saya disadarkan sepulangnya saya pergi berlibur ke Gili Air (Lombok, NTB) bersama beberapa teman saya bahwa saya masih kurang peka dengan lingkungan sekitar, belum bisa mengutarakan hal-hal di hati saya dengan baik, tidak well prepared, dan masih sangat bergantung pada orang lain. Inilah jawabannya mengapa saya masih sering dianggap anak kecil, terutama mungkin, bagi orang tua saya.

Orang tua adalah orang yang paling mengenal karakter kita dari kecil jadi seharusnya penilaian mereka memang yang paling jujur dan akurat :D, meski saya ingin sekali menyanggahnya.

Tidak peduli seberapa besar nilai angka yang menunjukkan usia namun jika kita masih hanya mementingkan diri sendiri, tidak mengetahui tanggung jawab kita, sepenuhnya hanya mengandalkan orang lain, dan tidak berusaha menjadi lebih baik; saya rasa di titik itu kita masih anak kecil.

Saat ini, saya bersyukur sebab sebelum memasuki usia 20 saya mengetahui hal ini. Saya tidak ingin hal ini membuat saya mundur justru saya semakin tahu saya harus jadi wanita seperti apa di usia saya yang semakin bertambah. Masih banyak karakter yang perlu saya perbaiki dan saya harus berjuang!

Growing Older

Satu hal terakhir yang saya sadari, kecantikan bukan hanya dilihat dari hal fisik dan penampilan kita. Kamu sudah terlihat cantik dengan ketangguhan, kelembutan, dan kebaikan hatimu. Jadi, selain merawat diri jangan lupa untuk merawat hatimu ^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s